Sabtu, 01 Maret 2014

Pend. Terintegrasi: Mengenal Lebih Jauh Tentang Emosi



oleh: 
Marwi Hendrianto, Jeni Hartanti, Ismawati, Andi Prasetya, Tutut Ardianti, 
Linda Osaria, Kurniawan Qadarma .S, Irmi Dyah Tirani, Arum Pramistyasari
 

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi tidak selalu membawa kebaikan bagi kehidupan manusia. Kehidupan yang semakin kompleks dengan tingkat stressor yang semakin tinggi mengakibatkan individu semakin rentan mengalami berbagai gangguan baik fisik maupun psikologis. Gangguan psikologis seperti kecemasan, stress, frustasi, agresivitas, perilaku anarkis, dan gangguan emosi lain semakin meningkat.

Emosi sangat menentukan kualitas hidup kita. Itu terjadi dalam hubungan yang kita lakukan ditempat kerja, dalam persahabatan kita, dalam berhadapan dengan anggota keluarga, dan dalam hubungan intim kita. Itu semua bisa menyelamatkan kehidupan kita, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan yang nyata. Emosi juga bisa membawa kita bertindak dalam cara-cara yang kita anggap sangat menakutkan setelah sadar melakukannya.

Disisi lain, aspek emosional dalam kehidupan individu terkait erat dengan aspek piskologis lainnya. Emosi dapat diibaratkan sebagai poros kehidupan manusia, yang jika terganggu aspek emosinya maka terganggu pula aspek kehidupan yang lain.

Sangatlah susah manafsir tinggi pentingnya emosi dalam kehidupan kita, karena emosi adalah sesuatu yang memotivasi kehidupan kita. Kita mengatur kehidupan untuk mamksimalkan pengalaman emosi positif dan meminimalisasi pengalaman emosi negative. Kebanyakan orang tidak ingin mengalami rasa takut, marah, muak, sedih atau menderita karena mereka ingin bahagia. Kita tidak bisa hidup tanpa emosi-emosi tersebut. Permasalahannya adalah bagaimana kita hidup lebih baik bersama dengan emosi. 

Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis. Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia (Prawitasari,1995). 

Menurut Zulfan Saam,Emosi dasar digolongkan menjadi empat golongan yakni: senang, sedih, takut, marah.
  1. Emosi senang adalah gambaran rasa senang yang dialami seseorang. Emosi  senang ini terdiri dari misalnya: gembira, bahagia, cinta, suka, riang, sayang takjub, kagum, dan damai.
  2. Emosi sedih adalah gambaran rasa tidak senang yang dialami seseorang.Emosi Ini seperti :pilu, duka, lara, kecewa, hampa, merana, putus asa, galau, gundah,  frustasi, dan rindu.
  3. Emosi takut adalah gambaran rasa tidak senang yang dialami seseorang ,baik terhadap objek dari luar diri maupun dari dalam diri orang tersebut. Objek dari luar diri misalnya: takut pada pencuri, takut pada harimau, dan perampok.Sedang kan rasa takut yang objeknya dalam diri orang tersebut misalnya: takut tidak lulus, takut berbuat salah, dan sebagainya.
  4. Emosi marah merupakan gambaran perasaan terhadap sesuatu objek seperti peristiwa, perilaku orang, hubungan sosial, dan keadaan lingkungan.

    Dalam kehidupan banyak sekali permasalahan, dalam berita-berita banyak dikabarkan orang masuk penjara hanya karena tidak dapat menahan emosi. Pemukulan, adu fisik, dan bahkan pembunuhan. Alangkah sayangnnya permasalah itu timbul hanya karena masalah sepele dan emosi yang meluap-luap.

    emosi terdiri atas beberapa komponen yang tidak terpisahkan satu sama lain, yaitu: 

    (1) pengalaman subjektif tentang emosi, 
    (2) respon tubuh internal terutama yang berkaitan dengan sistem saraf otonom, 
    (3) segi kognisi dari emosi dan situasi yang berkaitan dengan emosi, 
    (4) ekspresi wajah, 
    (5) reaksi emosi, dan 
    (6) kecenderungan bertindak. 

    Perbuatan atau perilaku kita sehari-hari pada umumnya disertai oleh perasaan-perasaan tertentu, seperti perasaan senang. Perasaan senang atau tidak senang yang terlalui menyertai perbuatan-perbuatan kita sehari-hari disebut warna efektif. Warna efektif ini kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah, atau kadang-kadang tidak jelas (samar-samar). Dalam warna efektif tersebut kuat, maka perasaan-perasaan menjadi lebih mendalam, lebih luas, dan lebih terarah. Perasaan-perasaan seperti ini disebut emosi (Sarlito, 1982:59). Di samping perasaan senang atau tidak senang, beberapa contoh macam emosi yang lain adalah, cinta, marah, takut, cemas dan benci. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengertian emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.

    untuk mengetahui materi selanjutnya, download saja makalahnya DISINI



Tidak ada komentar:

Posting Komentar